Fiqh Digital & AI

Etika Pemanfaatan AI dan Hak Cipta Digital dalam Perspektif Maqashid Syari'ah

Ust. M. Idrus, M.Ag.

Dosen Usul Fikih & Fiqh Digital

02 Oktober 2026 (20 Rabiul Akhir 1448 H)

Waktu baca: ± 7 menit • 289x dibaca

Pokok Pikiran & Abstrak

Menelaah tanggung jawab hukum atas konten yang dihasilkan generative AI serta perlindungan hak intelektual digital menurut prinsip Hifzh al-Mal dan Hifzh al-'Aql.

Kehadiran Generative Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap kreasi intelektual dan interaksi sosial. Dalam pandangan maqashid syari'ah, teknologi merupakan wasilah (sarana) yang status hukumnya mengikuti tujuan penggunaannya (*Lil wasa'il hukm al-maqashid*). Tiga aspek krusial yang dibahas dalam kajian ini: 1. **Perlindungan Hak Cipta (*Hifzh al-Mal*):** Penggunaan karya manusia tanpa atribusi untuk melatih model kecerdasan buatan. 2. **Integritas Informasi (*Hifzh al-'Aql*):** Bahaya disinformasi dan halusinasi data yang dapat merusak tatanan epistemik keilmuan Islam. 3. **Akuntabilitas Hukum (*Al-Mas'uliyyah al-Qanuniyyah*):** Subjek hukum dalam syariat Islam hanyalah mukallaf (manusia yang berakal dan baligh). Algoritma tidak dapat dijadikan subjek penanggung jawab dosa maupun denda jinayah.
Kata Kunci:#AI#Maqashid Syariah#Hak Cipta#Etika Digital
Bagikan Tulisan Ini:
U

Ust. M. Idrus, M.Ag.

Dosen Usul Fikih & Fiqh Digital

Peneliti Fiqh Kontemporer dan Dosen Metodologi Istinbath di Ma'had Aly DDI Mangkoso.